Welcome, visitor! [ Register | Login

About liquorfork3

Description

Panduan Budidaya Bawang Merah Secara Tradisional yang Termasyhur
Bawang merah (Allium asclonicum) adalah salah satunya komoditas hortikultura yang paling diperlukan oleh manusia. Sukses yang diraih dari budidaya bawang merah ini, tentu hadapi beragam soal (kemungkinan) di atas lapangan. Antara lain trik budidaya, gempuran hama serta penyakit, kekurangan faktor micro, dan sebagainya yang mengakibatkan produksi turun.

Meskipun kandungan paling besar yang dipunyai bawang merah yaitu air, akan tetapi ada elemen yang lain penting diperhatikan supaya kita dapat hasilkan umbi bawang merah dengan produksi tinggi serta memiliki kualitas. Jumlah bawang merah kuat berkaitan sama ukuran serta jumlahnya umbi yang dibuat. Kualitas bawang merah ditetapkan oleh wewangian yang tajam dan warna kulit umbinya. Kian besar dan banyak umbinya dengan wewangian yang tajam, jadi makin tinggi juga nilai jualnya.

Tambahan bahan organik berwujud pupuk kandang, kompos atau bahan hijauan fresh yang lain bisa membetulkan susunan tanah, mempertingkat agregasi, menambah daya menggenggam air dan membuat bertambah tanah dengan beberapa ragam faktor hara hasil peruraian berbahan organik yang ditempatkan ke tanah (Hendrata et al, 2014).




Peristiwa

Tanaman bawang merah dikira berawal dari Asia. Sejumlah literatur menuturkan kalau tanaman ini berawal dari Asia tengah, terpenting wilayah Palestina dan India, akan tetapi sejumlah kembali mengira-ngira kalau tanaman bawang merah berawal dari Asia tenggara serta Mediterania. Sumber yang lain menyangka asal-muasal bawang merah datang dari Negara Iran serta Pegunungan sisi utara Pakistan.

Tanaman bawang merah sebagai tanaman yang paling tua dari asal-usul budidaya tanaman oleh manusia. Masalah ini ditampakkan di kurun I serta II Dynasti (3.200-2.700) SM, bangsa Mesir menggambarkan bawang merah di patung serta tugu-tugu mereka. Di Israel, tanaman bawang merah diketahui di tahun 1500 SM.

Warisan Yunani Kuno menegaskan, usia pembudidayaan bawang merah, diperhitungkan 4000 tahun lalu. Di area Eropa Barat, Eropa Timur serta Spanyol, tanaman ini diperbudidayakan sekitaran 1000 tahun lalu, setelah itu menebar ke Amerika terpenting Amerika Serikat. Dalam penyebaran sesudah itu, bawang merah ini berkembang hingga sampai ke Timur jauh dan Asia Selatan. Di Jepang, budidaya bawang merah terpenting dikenali di akhir zaman yang serupa waktu bawang merah dikenali di Eropa barat. Di tahun 1975, Jepang menghasilkan bawang merah sekitar 1 juta ton dari 30 ribu hektar, maka jadi produsen nomor dua di dunia untuk bawang merah. Sedang beberapa negara yang lain tertera menjadi produsen bawang merah misalnya Jepang, Amerika Serikat, Rumania, Italia serta Meksiko (https://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2333369-sejarah-dan-asal-muasal-bawang/#ixzz2zecm1diD).

Kekuatan, Kesempatan dan Soal
Menurut Kepala Dinas Pertanian serta Peternakan Kabupaten Bangka Barat, Propinsi Bangka Belitung, bawang merah begitu menjanjikan untuk diciptakan kendati susunan tanahnya berpasir. Dapat mencontek kesuksesan peningkatan bawang merah, di Kabupaten Bantul, DIY yang menanam bawang merah di sejauh pesisir pantai selatan (https://sinarharapan.co/news/read/16363/bangka-barat-potensial-kembangkan-bawang-merah).

Menurut pangamatan di atas lapangan, banyak komoditas sayur yang ada Kepulauan Bangka Belitung disuplai dari Pulau Jawa serta seputarnya. Menyusutnya suplai bawang merah di banyak pasar di Pangkalpinang, pasca-lebaran membuat harga bawang merah condong bertambah. Harga bawang merah di Pasar Atrium Pangkalpinang, kira-kira di antara Rp 55.000 - Rp 60.000 per kg

(https://bangka.tribunenews.com/2013/08/13/harga-bawang-merah-lokal-masih-tinggi).

Menurut Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, gara-gara tingginya cucur hujan di wilayah sentral produksi, diprediksikan import bawang merah yang bisa masuk tempat Indonesia capai 10.000 ton. Menurut data Kemendag, harga bawang merah terus membuktikan mode peningkatan harga. Rerata bulan Juli, harga bawang merah nasional menggapai Rp 35.086 per kg, atau naik 19% bila diperbandingkan Juni senilai Rp 29.456 per kg (https://bangka.balkonnews.com/2013/08/02/bulan-ini-10000-ton-bawang-merah-impor-masuk-pasar).

Tubuh Litbang Pertanian sejak mulai beberapa tahun lalu sudah hasilkan beragam model Varietas Unggul Baru (VUB) bawang merah, antara lain Maja (kemampuan 10,9 ton/ha, pas untuk daratan rendah), Kuning (kapasitas 21,39 ton/ha, sesuai buat daratan rendah), Bima Brebes (kemampuan 9,9 ton/ha, sesuai untuk daratan rendah), Katumi (kapasitas 24,1 ton/ha, pas untuk daratan medium), Sembrani (kemampuan 24 ton/ha, pas untuk daratan rendah hingga medium), Mentes (kemampuan 27,58 ton/ha) (R. Sinaga et all, 2011).


TEKNIK BUDIDAYA

Penyiapan bibit

Bawang merah yang diputuskan yakni varietas yang adaptive sama ukuran kecil atau sedang.
Ukuran umbi bibit yang intensif merupakan 3 - 4 gr/umbi.
Umbi bibit yang bagus yang sudah diletakkan 2 - tiga bulan dan umbi masih pula dalam ikatan (umbi masihlah ada daunnya)
Umbi bibit mesti sehat, disinyalir dengan wujud umbi yang solid (tidak keropos), kulit umbi tidak cidera (tak mengelupas atau berkilau)
Benih dipendam dengan larutan Hormon Organik satu hari sebelumnya tanam waktu 10 menit.
https://sickforprofit.com/kategori/budidaya/ , lalu diberi rata dengan 1 balut (100 gr) agensia hayati dengan bahan aktif Gliocladium + Trichoderma (Hendrata serta Murwati, 2008).
Sebelumnya dikerjakan penanaman, ujung umbi bawang merah dipotong 1/3 sisi atau sama sesuai kepentingan (Hendrata et all, 2005).


Penyiapan tempat

Pemrosesan tanah dikerjakan buat membikin keadaan susunan tanah serta aerasi yang lebih bagus.

Baiknya tanah diratakan lebih dulu lalu dibentuk jalan buat penyiraman dengan lebar ± 50 cm.
Tempat diproses dengan kedalaman ± 30 cm lalu dikasih kombinasi kotoran sapi masak (2,5 ton/ha) + agensia hayati dengan bahan aktif Gliocladium + Trichoderma.
Sesudah itu didiamkan sepanjang satu minggu.


Penanaman

Awalnya tanah dibasahi dahulu lalu dibentuk lubang yang telah dirapikan jarak tanamnya.
Bibit ditanamkan pada situasi berdiri.
Penanaman baiknya tak boleh sangat dalam, cukup ditutup tipis dengan tanah/pasir.
Jarak tanam yang dipakai 20 x 20 cm dalam jumlah bibit sejumlah 1 bibit per lubang.


PEMELIHARAAN

Penyiraman

Penyiraman bisa dilaksanakan dengan gembor atau selang besar, dilaksanakan 2x satu hari (sore dan pagi) atau sesuai sama keadaan tanah/tanaman terpenting setelah hujan atau turun embun untuk mengelit penebaran penyakit Alternaria porii (trotol).
Kunci dari penyiraman merupakan memberinya air dengan baik di tanaman hingga tanaman tak layu atau sebelumnya tanaman merasakan stress.


Penyiangan

Penyiangan baiknya dilaksanakan pada situasi gulma masih kecil, jika sudah besar cukup dipotong dengan sabit, tidak boleh ditarik supaya tak menghancurkan akar bawangnya.
Penyiangan dilaksanakan 2x : 7 - 10 hst serta 30 - 35 hst, terkait keadaan dan situasi ataupun saat umbi pecah


Pengaturan Hama serta Penyakit

Pada intinya untuk menyelesaikan gempuran OPT pakai rencana PHT, pestisida kimia bisa dipakai menjadi opsi paling akhir.


1. Bintik Ungu (Alternaria porii (ELL) Cif.
Karena gempuran :

- Daun bawang kering serta mati

- Umbi yang berwujud tak prima (kecil - kecil)


Tanda-tanda gempuran:

- Bintik kecil, celung

- Warna putih sampai kelabu

- Apabila jadi membesar bintik seperti membuat cincin



Pengontrolan tehnis :

- Penyemprotan sama air bersih pada tanaman seusai turun hujan


Pengaturan kimia:

- Program fungisida bahannya aktif tembaga hidroksida serta Iprodion.


Pengaturan biologi :

- Program agensia hayati dengan bahan aktif Gliocladium dan Trichoderma.





2. Bintik daun Cercospora (Cercospora duddiae)
Karena gempuran :

- Berlangsung klorosis pada daun



Tanda-tanda gempuran:

- Bintik klorosis, bundar, mempunyai warna kuning

- Ada pada ujung daun


Pengontrolan kimia:

- Program fungisida bahannya aktif tembaga hidroksida dan Iprodion


3. Busuk Daun (Peronospora destructor)

Gara-gara gempuran :

- Daun kering serta mati


Tanda-tanda gempuran :

- Waktu tanaman mulai membuat umbi pada cuaca yang cukup lembab jadi tanda-tanda gempuran akan berbentuk bintik hijau pucat dan setelah itu beralih jadi kapang.


Pengaturan tekhnis :

- Penyemprotan bersama air bersih seusai hujan atau saat pagi hari saat sebelum matahari keluar


Pengaturan kimia :

- Terapan fungisida bahannya aktif metalaksil serta tebu konazold.


Pengaturan biologi :

- Terapan agensia hayati dengan bahan aktif Gliocladium dan Trichoderma.



4. Rebah bibit (Phytium debaryanum Hesse)

Gara-gara gempuran :

- Tanaman yang anyar tumbuh dapat busuk dan mati


Tanda-tanda gempuran :

- Bibit di persemaian busuk, rebah dan setelah itu bakal mati


Pengaturan tehnis :

- Melindungi kelembapan di sekitar persemaian biar tidak begitu tinggi


Pengaturan kimia :

- Terapan bakterisida


Pengontrolan biologi :

- Program agensia hayati dengan bahan aktif Gliocladium dan Trichoderma.


5. Ulat (Spodophtera exigua)

Karena gempuran :

- Daun tanaman jadi putus-putus atau robek serta hancur


Tanda-tanda gempuran :

- Ada telur ulat di kitaran tanaman


- Daun apabila diteropong kelihatan sisa dikonsumsi ulat


Pengontrolan tehnis :

- Potong daun yang diserang dan dibuang di lokasi yang jauh.

Pengontrolan kimia :

- Terapan insektisida yang dengan bahan aktif Klorpirifos, Tebufenosida.



Pengontrolan biologi :

- Program agensia hayati yang dengan bahan aktif SE-NPV (Spodophtera Exigua-Nuclear Polyhedrosis Virus).


Thrips bisa diberi agensia hayati Beauveria bassiana (BVR) jumlah 100 g untuk 1000 m.

Pemupukan

Tanaman bawang merah dipupuk dengan : Urea 150 kg/ha, ZA 200 kg/ha, SP36 150 kg/ha, KCl 150 kg/ha. Pemupukan dikasihkan 2x adalah usia 7 hst 1/3 sisi dan 2/3 sisi dikasihkan di usia 30 hst.
Tanaman baiknya ditambah lagi Pupuk Organik Padat (POP) jumlah 1 sdm buat 1 gembor kemampuan 10 liter, jumlah pupuk kimia dikurangkan sepertiganya.
Usia 7 hst tanaman disemprotkan Pupuk Organik Cair (POC) jumlah 4 - 5 tutup per bak, setiap 7 - 10 hari sekali sampai 50 hst. Mulai 30 hst tanaman disemprotkan dengan hormon organik jumlah 2 tutup per drum.


PANEN

Panen dijalankan saat tanaman usia di antara 60 - 63 hst, terkait varietasnya.
Tanaman siap panen diidentikkan dengan 60% komunitas dari seluruhnya tanaman, daun tanamannya telah rebah, daun-daunnya jadi kering, umbi tersembul ke atas tanah, leher tangkai semu kalau didesak lunak atau mungkin tidak keras.
Panen dijalankan waktu udara ceria.
Seluruhnya tanaman ditarik secara berhati-hati dengan tangan biar tidak ada umbi yang ketinggalan pada tanah (Hendrata et al, 2014).

Sorry, no listings were found.